14/366 di 2020
Setelah post terakhirku
yang berjudul 'Kembali' dengan niatan aktif menulis pada saat September 2018
lalu, eh malah abis itu aku ngilang. Dasar aku.
Sebelumnya aku ucapkan
Hai buat blog ku yang udah lama gak keurus. Waktu berjalan begitu cepat, ya. Gak
kerasa kalau sekarang udah di tahun 2020. Sekarang aku udah mau menginjak
semester 4. Dan sekarang aku lagi di fase liburan semester. Jujur, liburan ini
gak punya makna berarti, ya gitu-gitu aja. Kalo dipikir-pikir, sama aja kayak
liburan sebelumnya kali, ya? Dari aku sendiri sih udah ‘mencoba produktif’
dengan nyoba-nyoba nge-ansys, belajar photoshop tipis-tipis, sama nyoba
hal lain. Selain itu, liburanku jua terisi dengan bersua dengan teman dari segala
jenjang, dari SD, SMP, SMA, kuliah, kakak tingkat yang sekarang udah kerja, dan
“teman”. Tapi yaa tetep aja masih ngerasa gabut. Tapi kalau dipikir-pikir,
banyak keluar rumah berbanding lurus dengan pengurangan isi dompet. Jadi mesti
selektif deh kalau mau pergi-pergi gitcu.
Ngomong-ngomong tentang masalah, tiap
orang tentunya punya masalah. Tentunya dengan masalah yang berbeda-beda menyesuaikan
dengan kapasitas manusia itu sendiri, setidaknya begitu yang pernah aku dengar. Pun aku yang belakangan ini sedang banyak hal
yang dipikirkan, baik soal keputusan yang telah lalu pernah aku ambil mulai
menghantui, tanggungan menjadi anak pertama yang bakal jadi nahkoda buat nasib
keluarga kedepannya, tentang masa depan aku sebagai seorang Teknik Fisika yang
nanti bakal memijak kehidupan pascakampus yang pun aku sendiri gatau bakal
gimana, tentang kekurangan-kekurangan aku, mikir kapan aku bisa jadi subjek
yang sesekali d i m e n g e r t i bukan melulu menjadi sosok yang mengerti,
juga tentang hubungan dengan ‘seseorang’ sedang tidak baik-baik saja tapi selalu
menyangkal kalau semua ini berjalan dengan baik. Kalau terus dipikir, aku rasa
bakal capek sendiri, bahkan bakal jadi overthinking. Mungkin benar kata Kunto Aji di salah satu bait lagunya yang
bertajuk ‘Rehat’,
Yang dicari, hilang.
Yang dikejar, lari.
Yang ditunggu, yang
diharap, biarkanlah semesta bekerja untukmu.
Mungkin memang harus
membiarkan waktu dan memberikan ruang pada semesta agar perlahan menjawab segala tanda tanya yang
terus berkembang di benakku. Semoga.
Komentar
Posting Komentar