Mencoba Memulai Kembali
Hai.
Udah lama banget gue gak berkisah melalui blog
ini. Banyak tahun berlalu tentunya banyak kejadian yang menimpa diri gue; baik
dan buruknya gua resapi dengan sempurna. Berhubung gak ada yang baca blog gue
juga so let me tell you my latest story!
Dua minggu lalu, tepat 10 Januari 2022, gue
baru aja sempro! Alhamdulillah gue senang banget semua bisa berjalan lancar,
penuh suka cita, dan banyak dari angkatan gue tercinta, Trident Firmus, yang bergiliran sempro juga.
Disamping kebahagiaan itu semua, gue juga sedang
berjuang melewati perkara love life-nya yang bisa dibilang menyakitkan pada
saat itu. Ya, hubungan romansa yang udah kita (re: gue dan mantan) bangun kurun
4 tahun belakangan ini kandas begitu saja diakibatkan mantan gue menaruh hati
pada wanita lain dan bertindak lebih saat masih bersama gue. We all can simply called
‘having affair with me’. Saat pertama
kali tahu, tentu sakit, dipenuhi amarah, dan yang paling menghujam pikiran adalah
pertanyaan ‘menagapa?’. Perasaan ini terus bersemayam hingga 5 bulan dimana menyisakan
tangisan tiap malam, potongan kenangan yang selalu hilir mudik tak menentu, dan
merasa gue gak cukup buat dia.
Karena perasaan ini kian berlarut – larut,
gue ngerasa jadi beban yang serius di diri gue. Gue merasa bikin benteng amat tinggi ke
dia yang justru bikin gue selalu kesal, gak terima, nangis terus, dan perasaan tidak
enak lainnya. Terlebih lagi saat gue mengetahui kalau dia sekarang sudah menjalin
hubungan baru dengan wanita lain yang gue anggap itu wanita yang pernah masuk
ke hubungan gue sebelumnya.
Akhirnya, baru - baru ini, gue memutuskan ‘deep talk’ sama Allah. Gue
curhat ke Allah kalo gue pingin lebih bahagia, tenang, dan ga memandang kebelakang
terus. Terucap dari hati gue yang teramat dalam gue ingin memaafkan semua yang
terjadi, baik dari perbuatan selingkuh mantan gue kemarin, selingkuhannya yang
datang di hidup gue, dan hal – hal yang membuat amarah gue memuncak lainnya. Dalam sesi tersebut, gue
seolah olah menghadirkan mantan gue ada dihadapan gue. Kemudian gue berkata,
“Hi Ukas. Apa kabar? Pasti kamu baik baik aja kan ya? Aku cuma mau bilang, aku
udah memaafkan kamu dan segala yang terjadi diantara kita. Aku pribadi minta
maaf ya kalau aku banyak salah juga ke kamu. Semoga kamu bahagia sama hidup
kamu yang sekarang ya. Aku lihat juga kamu udah sama Rania, ya? Harusnya kamu
ngomong aja sedari awal kalo wanita yang kamu deketin pas masih sama aku itu, dia, hehe. But it's okay! Aku berharap kamu bahagia juga yaa sama Rania
sekarang! Semoga hubungan kalian baik – baik aja. Semoga kita bisa berteman
baik setelah ini. Dadah, Ukasyah.”
Yap, setelah gua mencoba membuat afirmasi ke
diri gue kalau gue sudah memaafkan semuanya, gua juga berdoa ke Allah semoga
hal yang gue lakukan ini benar dan bisa membawa diri gue ke arah lebih baik.
Hari demi hari berlalu. Dari tindakan afirmasi
kemarin, jujur gue merasa lebih lega. Sudah tidak dipenuhi amarah, pertanyaan.
Tapi kadang masih suka nangis kalau tiba – tiba teringat cuplikan kenangan gue
sama mantan gue sih. Kadang juga gue masih nge-stalk mantan gue dikit – dikit to
know him doing fine. Hehe. Yaaa semoga secepatnya gue bisa pulih dari masalah
love life gue ini dan bisa hidup tanpa bayang bayang masa lalu gue. Aamiin!
Sekian curcolan gue kali ini. Semoga gue
bisa update kehidupan gue selanjutnya, ya!
Salam Hangat,
Cindanita✨.
Komentar
Posting Komentar